Tulungagung–Brawijaya25//
Pagelaran seni wayang kulit dan arak-arakan Kurang Lebih 10 tumpeng hasil bumi menjadi daya tarik utama tradisi budaya Grebeg Suro 2026 yang digelar di depan kantor desa / Kelurahan Tugu Kecamatan Rejotangan, Rabu (15/7/2026).
Kegiatan yang dibuka langsung oleh BPK Camat ( JAROT ) & BPK Lurah ( Didik ) , Rejotangan, tersebut menjadi bagian dari perayaan masyarakat dalam menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.
Warga masyarakat yang hadir tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang telah menjadi tradisi tahunan masyarakat DESA Tugu tersebut. Grebeg Suro tidak hanya menjadi ungkapan rasa syukur atas berbagai nikmat dan rezeki yang diterima, tetapi juga menjadi sarana pelestarian budaya sekaligus memperkuat kebersamaan dan gotong royong di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Bpk Lurah ,Bapak Didik Purn)
Bpk camat Didi Jarot Widodo Nursamsu, A.P.) ,BPK Kapolsek, BPK kamtibmas,Bpk Babinsa ,sertai para sesepuh berbagai penjuru Rejotangan. mengapresiasi konsistensi masyarakat Kelurahan Tugu. yang terus menjaga dan melestarikan tradisi budaya Jawa. Menurutnya, kegiatan seperti Grebeg Suro memiliki nilai penting dalam memperkuat identitas budaya sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga.
“Tradisi seperti Grebeg Suro ini harus terus kita jaga dan lestarikan. Selain sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan, memperkuat semangat gotong royong, serta menjaga warisan budaya yang menjadi kekayaan Kota Tulungagung” tutur Panitia dan Masyarakat Setempat.
Salah satu rangkaian utama kegiatan tersebut adalah kurang lebih10 tumpeng hasil bumi yang dibawa oleh warga dari berbagai wilayah di Kelurahan Tugu Rejotangan .Tumpeng-tumpeng yang berisi aneka hasil pertanian tersebut menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas keberkahan dan hasil usaha yang telah diperoleh selama ini.
Selain arak-arakan tumpeng, Grebeg Suro 2026 di desa tugu .juga dimeriahkan dengan pagelaran wayang kulit yang dibawakan oleh Ki Dalang Minto Darsono & Ki THATHIT Wibat Sudarsono.
Di iringi Campursari New ( Sekar Gadung ) . BINTANG TAMU CAK Jo Klithik & Cak Jo kluthuk .Pertunjukan seni tradisional tersebut berhasil menarik perhatian masyarakat yang memadati area Kantor desa hingga malam hari.
Awak Media Jurnalis ( Sabar Eko Pramono ).
menilai kegiatan budaya yang tumbuh dari masyarakat seperti Grebeg Suro perlu terus mendapat dukungan karena memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan kearifan lokal di tengah perkembangan zaman.
“Budaya adalah salah satu kekuatan yang dimiliki Kota Tulungagung. Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi muda agar tetap mencintai budaya daerahnya,” tambahnya.
Melalui penyelenggaraan Grebeg Suro 2026, masyarakat Kelurahan Tugu berharap tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun ini dapat terus lestari dan berkembang. Semangat kebersamaan yang tercermin dalam kegiatan tersebut diharapkan membawa keberkahan, kemajuan, dan kesejahteraan bagi seluruh warga dalam menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.'
( Redaksi ).:Sabar.
Post a Comment