Tulungagung – Program Makan Bergizi (MBG) Tunggulsari 2 di bawah naungan Yayasan Mutiara Rawa Selatan kini menjadi sorotan tajam publik. Alih-alih memberikan asupan sehat, program tersebut justru diduga menyajikan makanan yang tercemar serbet kotor kepada kelompok B3.
Temuan mengejutkan ini mencuat setelah sejumlah penerima manfaat mengaku menemukan serbet dalam kondisi kotor tercampur di dalam sayur yang mereka konsumsi. Kondisi tersebut memicu kemarahan dan kekhawatiran, mengingat program MBG seharusnya menjunjung tinggi standar kebersihan dan keamanan pangan.
“Ini bukan sekadar lalai, ini membahayakan. Bagaimana bisa benda kotor masuk ke dalam makanan?” ungkap salah satu penerima dengan nada kecewa.
Insiden ini dinilai bukan hanya persoalan teknis, melainkan indikasi kuat adanya kelalaian serius dalam proses pengolahan hingga distribusi makanan. Jika terbukti, hal ini berpotensi melanggar standar higiene sanitasi pangan sebagaimana diatur dalam regulasi kesehatan.
Lebih jauh, dugaan ini bisa menyeret pihak pengelola pada konsekuensi hukum, mengingat makanan yang tidak layak konsumsi dapat membahayakan kesehatan masyarakat. Program yang seharusnya menjadi solusi gizi justru berubah menjadi ancaman tersembunyi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Yayasan Mutiara Rawa Selatan belum memberikan klarifikasi resmi terkait insiden tersebut. Publik mendesak adanya audit menyeluruh serta tindakan tegas dari pihak berwenang.
Kasus ini menjadi alarm keras bahwa pengawasan terhadap program bantuan pangan tidak boleh dianggap sepele. Kesalahan kecil dalam kebersihan bisa berdampak besar bagi kesehatan penerima manfaat. (SONYA)
Post a Comment