Pilihan

Penuh Kebersamaan Dn Iklas, Pengurus Masjid An-Nur Gelap Penyembelihan Hewan Qurban Idul Adha 1447 H

PURWOKERTO – Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah / 2026 Masehi, pengurus beserta panitia kurban Masjid An-Nur menggelar kegiatan penyembelihan hewan kurban yang dilaksanakan di lingkungan Kampung Jalan Gerilya Barat, Desa Tanjung, RT.02. RW.02. Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (27/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung seusai pelaksanaan Salat Ied tersebut berjalan dengan tertib, aman, serta penuh suasana kebersamaan dan semangat gotong royong yang tinggi dari seluruh elemen masyarakat. Panitia pelaksana yang bertugas memastikan kegiatan berjalan lancar terdiri dari: ( Bapak Apri, Nono, Kirjo, 
Sudar hadi, Salikun Gayat, Andri Iswanto.
Pada pelaksanaan ibadah kurban tahun ini, Masjid An-Nur menyembelih total 8 ekor sapi dan 2 ekor domba. Seluruh daging hasil kurban kemudian diproses dan dibagikan kepada warga sekitar, baik yang mampu maupun yang kurang mampu, sebagai wujud kepedulian sosial, berbagi kebahagiaan, dan rasa syukur yang mendalam kepada Allah SWT.
 
Panitia pelaksana menegaskan bahwa seluruh rangkaian proses penyembelihan telah dilakukan sesuai dengan syariat Islam. Pelaksanaan kurban hanya diperbolehkan mulai setelah Salat Idul Adha pada tanggal 10 Dzulhijjah hingga berakhir di Hari Tasyrik, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Penyembelihan yang dilakukan di luar rentang waktu tersebut, menurut ketentuan agama, tidak dihitung sebagai ibadah kurban melainkan dianggap sebagai sedekah biasa.

Hari Raya Idul Adha merupakan salah satu hari besar umat Islam yang memiliki makna mendalam tentang arti pengorbanan, keikhlasan, dan tingkat ketaatan tertinggi seorang hamba kepada Sang Pencipta. Perayaan ini juga bertepatan dengan puncak pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci Makkah.
 
Secara bahasa, Idul Adha berasal dari kata Arab, yaitu “‘Id” yang berarti hari raya atau perayaan, dan “Adha” yang artinya kurban. Oleh sebab itu, hari ini sering pula disebut sebagai Hari Raya Kurban atau Lebaran Haji.
 
Momentum suci ini tak terlepas dari kisah keteladanan Nabi Ibrahim a.s. yang diperintahkan Allah SWT untuk mengorbankan putra tercintanya, Nabi Ismail a.s., sebagai ujian keimanan dan ketakwaan. Hakikat dari peristiwa tersebut adalah perintah untuk melepaskan rasa kepemilikan berlebih terhadap apa yang dicintai, mengingat segala sesuatu di alam semesta ini sejatinya hanyalah milik Allah SWT.
 
Nilai luhur pengorbanan tersebut menjadi pengingat bagi setiap Muslim untuk senantiasa mengendalikan ego, melepaskan keterikatan berlebih pada dunia, serta meningkatkan rasa peduli dan berbagi kepada sesama manusia.

Melalui pelaksanaan kegiatan kurban di Masjid An-Nur ini, masyarakat berharap semangat persaudaraan, kebersamaan, solidaritas, dan kepedulian sosial yang telah terjalin dapat terus dipelihara dan tumbuh semakin kokoh di tengah kehidupan bermasyarakat yang harmonis. 🤲🐏✨

( Redaksi). sabar eko pramono)

Post a Comment

Previous Post Next Post