Surabaya, - Brawijaya 25.||informasi.
Situasi di Timur Tengah sedang mencekam usai serangan udara yang diluncurkan Amerika-Israel terhadap Iran. Kondisi ini memaksa sejumlah bandara ditutup dan penerbangan ke/dari Timur Tengah dibatalkan, akibatnya ribuan jamaah umrah asal Indonesia pun terancam tak bisa pulang ke Tanah Air.
Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH), saat ini tercatat sebanyak 58.873 jemaah umrah Indonesia masih berada di Arab Saudi.
Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, Puji Raharjo, mengonfirmasi bahwa pemerintah terus melakukan monitor secara intensif terkait dinamika situasi regional tersebut.
Kami mengimbau kepada seluruh jemaah umrah agar tidak panik. Tetap tenang dan terus berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing untuk memperoleh informasi resmi dan terkini," ujar Puji Raharjo dalam keterangan tertulis Biro Humas Kementerian Haji dan Umrah RI di Jakarta, Sabtu (28/2) malam WIB.
Puji menegaskan bahwa keselamatan jamaah merupakan prioritas utama. Dia juga memastikan pihaknya terus berkoordinasi dengan Kantor Urusan Haji (KUH), KJRI Jeddah, serta KBRI Riyadh untuk memastikan setiap perkembangan situasi di lapangan dapat segera ditindaklanjuti.
"Kemenhaji terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan keamanan dan keselamatan jemaah umrah Indonesia tetap menjadi prioritas utama," tegasnya.
Seperti diketahui, Amerika bersama Israel menyerang Iran pada Sabtu (28/2) hingga menewaskan pemimpin tertinggi negara tersebut, Ayatollah Khamenei. Iran pun balas menyerang, tak hanya ke Israel tapi juga negara-negara yang menampung pangkalan militer AS, termasuk Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Qatar.
Perlu diperhatikan bahwa informasi mengenai serangan yang menewaskan Ayatollah Khamenei belum terverifikasi oleh sumber berita utama dan resmi hingga saat ini.
Menurut informasi terkini dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pada Minggu (1/3/2026), beberapa maskapai memang telah membatalkan atau tidak mengoperasionalkan penerbangan ke kawasan Timur Tengah, antara lain Etihad Airways, Qatar Airways, Emirates, Malaysia Airlines, Philippine Airlines, Indigo Airlines, Sri Lanka Airlines, China Southern Airlines, Singapore Airlines, dan Scoot. Saudi Airlines masih melakukan pemantauan terhadap beberapa kota tujuan, sedangkan Ethiopian Airlines tidak mengoperasikan penerbangan ke Amman dan Tel Aviv.
Untuk maskapai dalam negeri, Garuda Indonesia dan Lion Air saat ini belum terdampak pada rute menuju Jeddah, namun penerbangan Garuda Indonesia menuju Amsterdam di-reroute melalui Kairo (Mesir). Beberapa negara seperti Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Irak, dan Suriah telah menutup ruang udara untuk semua kedatangan dan keberangkatan.
Kemenhub juga telah meminta maskapai dan pengelola bandara untuk memberikan penanganan terhadap penumpang terdampak sesuai prosedur, termasuk pembatalan dokumen perjalanan, pengaturan akomodasi, dan penjadwalan ulang penerbangan.
Berikut penanganan bagi penumpang terdampak pembatalan penerbangan sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku:
Hak dan Penanganan Penumpang
1. Pilihan utama: Penumpang berhak mendapatkan pengembalian biaya tiket penuh atau penjadwalan ulang penerbangan ke tujuan yang sama tanpa biaya tambahan, sesuai dengan kebijakan masing-masing maskapai.
2. Akomodasi dan fasilitas: Bagi penumpang yang harus menunggu waktu lama atau semalam, maskapai biasanya menyediakan akomodasi hotel, transportasi antar-bandara-hotel, serta makanan dan minuman.
3. Informasi terbaru: Maskapai wajib memberikan pemberitahuan terkait pembatalan atau penundaan secara langsung kepada penumpang melalui kontak yang terdaftar saat pembelian tiket.
Langkah yang Harus Dilakukan Penumpang
- Segera hubungi maskapai atau agen perjalanan tempat membeli tiket untuk mendapatkan konfirmasi dan penanganan lebih lanjut.
- Simpan semua bukti transaksi, pemberitahuan dari maskapai, dan biaya tambahan yang dikeluarkan akibat pembatalan untuk keperluan klaim jika diperlukan.
- Bagi jemaah umrah, koordinasikan juga dengan PPIU masing-masing karena mereka akan bekerja sama dengan maskapai dan pihak terkait untuk mengatur perjalanan pulang..Semoga perjalanan jemaah umrah Indonesia di beri kesempatan dan berjalan dengan lancar,selamat sampai tujuan indonesia."
Red,"
Sabar eko.p
Post a Comment